For Appointments: (65) 6836 0378  |  24 Hrs Answering Service: (65) 6535 8833
 

Asma

Asma merupakan salah satu kondisi paru-paru kronis di mana saluran udara yang meradang, menyebabkan saluran napas menyempit dan menghasilkan lendir yang berlebihan. Hal ini menybabkab seseorang mengalami kondisi sulit bernapas. Gejala dapat dipicu oleh dingin, polusi, debu, dander hewan, bahan kimia atau bahkan stres. Asma dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, tapi yang paling banyak di golongan kanak-kanak. Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan menyebabkan serangan asma yang mengancam jiwa jika sakit asma yang berat. Hal ini sering dikaitkan dengan penyakit lain seperti rinitis alergi atopik dan eksim atopik. Asma dan atopi adalah penyakit genetik, biasanya dari riwayat keluarga.

allergens1

Penyebab

  • Debu
  • Jamur
  • Dander animal
  • Serbuk sari
  • Makanan
  • Asap rokok
  • Bulu-bulu

Gejala penyakit

  • Batuk kronis
  • Kesulitan bernapas
  • Mengi
  • Nyeri dan sesak dada

Airway-Asthma2

Diagnosa

Diagnosa asma dalam kebanyakan situasi adalah secare klinis, yaitu kehadiran dari gejala khas dan tanda-tanda yang meningkatkan dengan perawatan. Dalam kasus-kasus yang meragukan, pengujian fungsi paru-paru dapat dilakukan. Fungsi paru-paru adalah biasanya dalam bentuk sebuah spirometry dengan methacholine atau histamin, pada seseorang yang ada Asma, hasil tes nafas akan menunjukkan penurunan lebih dari 20 persen dari FEV1. Jika kekurangan fasilitas, variabilitas dari FEV1 adalah dukung diagnosa asma.

Woman-spirometry1

Rawatan

Asma tidak dapat disembuhkan tetapi gejala dapat dikendalikan. Mengobati asma awal akan mencegah kerusakan paru-paru menghidari kondisi napas menjadi semakin memburuk. Tujuan dari perawatan asma adalah untuk megendali penyakit ini. Jika asma berada dalam kendali akan

  • Mencegah batuk dan kesulitan bernapas
  • Mengurangi pengunaan obat penyelamat
  • Menjaga fungsi paru-paru baik
  • Mengizinkan gaya hidup normal dan tidur melalui malam
  • Mencegah serangan asma yang mengakibatkan kunjungan ke unit gawat darurat atau memerlukan rawatan inap.

Pengobatan

Asma diobati dengan dua jenis obat yakni obat pengedali dan obat penyelamat. Obat pengendali membantu mengurangi peradangan dan mencegah gejala asma . Obat penyelamat adalah untuk pengendalian asma dalam jangka masa pendek dan diguna jika mengalami serangan asma. Kebanyakan obat asma diguna secara hirup. Ini memungkinkan obat pergi langsung ke paru-paru dan saluran pernapasan. Oleh karena itu efek sampingnya lebih rendah jika dibandingkan dengan obat yang diminum atau disuntik.

Obat pengendalian jangka panjang

Kebanyakan orang yang ada asma harus guna obat pengendalian secara terus menerus walaupun sedang tidak ada serangan asma. Obat in mengurangi pembengkakan dan mencegah penyempitan saluran pernapasan. Namun, ia tidak mengedali gejala asma dalam jangka pendek. Kortikosteroid yang dihirup adalah paling efektif dalam mengendalikan peradangan dan pembengkakan saluran pernapasan dari asma.

Obat penyelamat

Obat penyelamat melegakan serangan asma. Obat-obatan ini bertindak cepat untuk mengendurkan otot ketat di saluran napas semasa serangan asma. Ini seterusnya membuka saluran napas membuka sehingga udara dapat mengalir. Obat ini harus dikonsumsi segera semasa seseorang menunjukan tanda asma. Jika obat penyelamat sering diguna, artinya, kontrol asma adalah buruk, pasien tersebut harus membicarakan dengan dokter mengenai peningkatan obat pengendalian.